by diahwidhi
Beberapa hari belakangan ‘teracuni’ bujukan seorang teman yang menganjurkan untuk membeli sebuah model gendongan yang free-hand. ‘Racun’ itu muncul pertama kali ketika memposting gambar saya sedang menggendong baby Dipta dengan model gendongan kangguru tetapi masih menyangga kepala baby Dipta. Baby Dipta masih berusia sekitar 4 bulan dan belum bisa menahan kepalanya secara stabil dan konstan, jadi harus dipegangin. Bayangkan saja tiap hari semenjak baby Dipta lahir, saya menggendongnya dengan gendongan model jarik/kain. Tangan kiri harus selalu menahan kepalanya sehingga terkadang pegal dan hanya bisa beraktifitas dengan tangan kanan. Sungguh tidak praktis. Masalah lainnya adalah kalau kainnya tidak kenceng malah suka melorot. Continue reading It’s a Wrap Beibeh…
by diahwidhi
Ini postingan dikala galau. Ditinggal ayahnya baby Dipta dinas ke Semarang cuma 3 hari 2 malam tapi rasanya sepi… Padahal di rumah ada adik dan baby Dipta, cuma terasa lebih sepi kalau penghuninya berkurang
Lebay banget deh. Sewaktu baby Dipta usia kurang lebih 1 bulan padahal pernah ditinggal ayahnya baby Dipta pulang ke Sukoharjo 1 hari 1 malam saja. Bedanya sewaktu itu ada eyang dan akungnya baby Dipta jadi di rumah tidak terlalu sepi karena masih banyak temennya. Nah sekarang…eyang dan akungnya baby Dipta lagi balik ke Jakarta jadinya rumah gede gini yang dikelilingi pohon salak tambah sepi, khawatir kalau ditinggal sendiri terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan tidak ada orang yang bisa dimintai tolong. Continue reading Senyummu Menghapus Kegalauanku
by diahwidhi
Enaknya punya kakak yang sudah punya anak adalah mendapatkan lungsuran barang-barang keperluan bayi. Sejak masih hamilnya Baby Dipta, kakak sudah mulai ‘melungsurkan’ baju-baju, tas bayi, sampai kursi untuk bayi. Sebetulnya kursi ini dibeli untuk anak ke 2 kakak saya, Jyoti -kami memanggilnya Lady Jyojo-.
Kursi ini bisa bergetar ringan, yang katanya bisa membuat bayi tidur pulas. Lady Jyojo suka sekali jika duduk di situ, Continue reading Kursi Getar Lady Jyojo
by diahwidhi
Semenjak hamil hingga melahirkan dan mengasuh my lil boy, banyak hal yang dikhawatirkan. Ketika hamil, khawatir kejadian kehamilan terdahulu terulang kembali. Khawatir tidak dapat mempertahankannya hingga lahir ke dunia. Khawatir jika si janin tidak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan. Khawatir ketika saat-saat terakhir malah gagal melahirkan. Bahkan khawatir ketika proses melahirkan saya tidak kuat sehingga tidak dapat melihat my baby lahir ke dunia.
Ketika sudah lahir dan mulai mengasuh my lil boy, khawatir bahwa dia tidak mendapat makanan yang layak karena pada awal kelahirannya ASI saya tidak keluar. Khawatir dirinya sakit, walaupun pada kenyataannya sempat demam dan kuning di hari ke 2 kelahirannya. Khawatir tidak dapat melihatnya tumbuh dewasa. Bahkan sekarang ketika dirinya sudah mulai memperhatikan lingkungan sekitar, khawatir pertumbuhannya akan dipengaruhi pengaruh buruk.
Menjadi orangtua penuh kekhawatiran bahkan mungkin ketika anak sudah mulai mandiri. Dan itu baru saya rasakan, rasa khawatir yang sangat sangat apalagi jika anak sakit. Ikut pusing, bingung, cemas. Tapi lega rasanya ketika melihat dirinya tersenyum, terkekeh-kekeh, atau ikut merespon apa yang diomongkan walaupun saat ini belum mengerti apa yang dibicarakan.
Selamat ulang bulan ke 4 my lil boy, wish you always be health and full of joy. We always love you more and more…
posisi kesukaan ketika digendong
Posted by Wordmobi
by diahwidhi
Semenjak Baby Dipta lahir, banyak hal yang menjadi tahu bahkan ingin mencari tahu. Awal kelahirannya, karena saking capeknya, saya masih males-malesan untuk memompa ASI, kemudian berpikir ‘ah ga pa-pa, kata dokter nanti 3 hari paling sudah keluar dan lancar, baby bisa bertahan 3 hari koq’ tapi kemudian pada hari ke dua ketika Baby Dipta dicek dokter, koq wajahnya menguning. Terlihat pada bola matanya yang menguning. Mudah-mudahan hanya kurang minum dan dijemur saja. Pasalnya hari itu lebih banyak mendung di pagi hari sebelum jam 9. Idealnya baby dijemur dari jam 7-7.30, kata perawat RS. Matahari yang paling baik adalah dari jam 7-9, sedangkan belakangan hari itu selalu mendung dan matahari baru benar-benar bersinar di atas jam 9. Jadi Baby Dipta tidak bisa dijemur.
Pemeriksaan hari ke dua kelahirannya yang kebetulan saat itu hari minggu, sehingga hanya diperiksa dokter jaga. Saya yang sudah 3 hari di RS ingin cepat-cepat pulang saja, karena semakin lama di RS akan semakin mahal bukan? Segera tanya dokter untuk ijin pulang, tapi dokter perlu konsultasi dokter anak terlebih dahulu. Setelah menunggu, akhirnya dokter mengijinkan pulang dengan syarat sering dijemur dan jika panasnya naik, bedongnya dilepas dan coba diukur lagi, kalau melebihi 37,5 segera ke dokter lagi. Dalam hati ‘baiklah, nanti di rumah ada yang bantuin menjemur’. Sudah mau siap-siap eh pemilik RS datang, yang sekaligus bidan yang menolong persalinan, badan Baby Dipta diperiksa keseliruhan dengan dipencet-pencet kulitnya. Begitu sampai kaki dia bilang ini ga boleh pulang, kuningnya sudah sampai kaki begini, segera diambil darahnya coba dicek. Saya pun bingung ada apa nih? Continue reading Belajar dari Si Kecil
by diahwidhi
Hebatnya era telekomunikasi, dulu informasi diperoleh dari buku sekarang tinggal googling dan…wala…muncul berbagai macam informasi yang dibutUhkan. Mungkin anak-anak sekolah sekarang bisa lebih pintar dari gurunya sendiri karena keingintahuan yang kuat atas berbagai hal.
Berbeda halnya dengan orang yang hanya bisa ngedumel menyalahkan orang lain atas kurangnya informasi atau bahkan informasi yang diterimanya cuma setengah-setengah. Heran koq bisanya dia menyalahkan dokter hanya karena babynya dikasih saran/masukan ini itu. Bukannya mencari tau dulu saran dokter benar/salah, main nge-judge si dokter menggunakan babynya untuk bahan percobaan. Duh si mas itu memang males cari tau atau gampang menyalahkan orang lain ya, whatever lah… Tapi yang bikin saya ‘gatel’ untuk mengomentari karena si mas itu membandingkan dengan kebiasaan orantua jaman dulu. Continue reading Dari “Iqro’ Bacalah!” ke “Googlinglah!”
by diahwidhi
Setelah setahun berlalu, koq ya baru mau nulis blog ini lagi setelah mati suri begini… Padahal banyak sekali kejadian yang terlewati untuk bisa berbagi di blog ini, sekarang…setelah setahun berlalu? Direkap aja deh (males dan sudah banyaj yang lupa)
Setahun yang lalu, posting terakhir mengenai acara makan-makan menyambut tahun baru. Waktu itu masing-masing dari kita masih bisa ketemu dan berhaha-hihi dengan kehidupan yang ada, sekarang..wah sulit sekali bahkan kita berempat semenjak hari itu udah jadi bertanya-tanya kapan ya bisa kumpul lagi. Pasalnya…’life’ benar-benar ‘go on’ tanpa kita menyadarinya.
Fatma yang kemudian menjadi dosen di sekolah vokasi D3 UGM sekaligus sebagai interpreter JICA yang juga sebagai penerjemah novel dan juuuugaaa sibuk menyelesaikan kuliah S2nya. Super sekali memang teman yang satu ini. Sebagai interpreter membuat dirinya sering keluar Jogja/bahkan Pulau Jawa. Sibuk bimbingan dan mengolah data demi lulus tahun itu juga. Sibuk membuat persiapan mengajar. Tapi satu yang tidak pernah saya ketahui, kapan kah dia sibuk mencari pasangan hidup? Hahaha entahlah biar itu jadi rahasianya sendiri.
Mela yang tahun lalu masih mengajar di Lampung, jadi setelah hari itu dia tidak lama kembali menjadi guru di luar Pulau Jawa itu.
Een yang sibuk menulis buku tentang Bahasa Jepang, dan ternyata dia baru menyadari pada saat kita makan-makan itu lagi mengandung. Sama dengan saya, hahaha…. Benar-benar di luar dugaan semua. Alhamdulillah melihat diri kita masing-masing mengalami hal yang baik pada tahun 2011 kemarin.
Sekarang….acara perayaan tahun baru kita tidak lagi bisa bersama-sama. Banyak hal yang kemudian berubah tidak seperti keadaan tahun lalu. Saya sendiri sudah susah meninggalkan baby Dipta dikarenakan memang tidak ada yang mengasuh selain sang ibu kan.
Mudah-mudahan tahun depan kami dapat berkumpul lagi dengan bertambahnya anggota yang diajak tentunya…semoga…
Happy new year 2012 my friends..wish this year will be a good year too for all of you
by diahwidhi
Sebetulnya bingung juga ketika tanya diri sendiri, sebetulnya siapa teman dekatku? teman banyak, tapi dekat bisa juga disebut sahabat? jadi siapa sahabatmu? Kalau dipikir-pikir untuk kategori teman, ada banyak, kategori teman deket.. ya ada lah beberapa, kategori sahabat? hm… bingung juga. Karena di antara semua yang saya kenal, ada kala dimana saya tidak bisa bercerita pada teman dan terkadag terasa terkhianati jadi mengambil langkah pencegahan untuk tidak terlalu deket dengan orang lain. Jadi siapa yang mengenal baik diri saya? bahkan saya sendiri pun tidak bisa menjelaskan… Continue reading Siapakah Temanmu?
by diahwidhi
Sebetulnya ini cuma keisengan dan cuma penasaran saja mencoba aplikasi untuk bisa nulis Hiragana, Katakana, dan Kanji di HP. Sebelumnya sudah mencoba otak-atik, tapi karena manual pdf-nya bahasa Jepang dan istilah-istilah yang masih bingung maksudnya seperti apa, jadi coba-coba saja *dikira-kira sendiri*. Berhubung bukan orang yang berkecimpung dengan dunia per-HP-an maupun memodifikasi atau mencoba-coba firmwarenya, jadi saya termasuk orang yang sangat gaptek tentang teknologi symbian ini. Apalagi HP yang dimiliki sekarang X6 dengan Symbian Series 60 rel. 5.
Beberapa kali browsing di mbah Gugel yang muncul rata-rata malah bikin tambah bingung, cari di Kaskus koq tidak ketemu yang membahas cara merubahnya..atau memang kurang teliti bacanya ya..
Jadi, caranya sebetulnya mudah banget ternyata hahaha.. *merasa bodoh selama ini* . Siapkan amunisi dulu (installer) Continue reading Install Tulis Huruf Jepang di X6
by diahwidhi

Meneruskan CAT posting sebelumnya…
Sekian lama berkutik dan berkenalan dengan internet, dulu zamanya IRC, kemudian bikin e-mail dan ikut milis-milis, sekarang perkembangannya lebih banyak, jejaring soasial (social network) pun beragam. Dulu bikin Friendster karena lagi tren, tapi sekarang Facebook sudah seperti kewajiban.
Di tahun 2010 ini, yang tinggal beberapa hari lagi berakhir… bertemu berbagai macam teman yang berkecimpung di jejaring sosial. Ini juga berkat Pesta Blogger yang baru tahun ini ikut hihihih
Sebenarnya kalau dibilang blogger juga bukan, karena ‘angin-anginan’ bikin blog. Jadi di tahun 2010 ini ikut acara pesta blogger karena temanya adalah keberagaman *kalau tidak salah*. Nah keragaman di sini sama anak-anak yang menjadi panitia Pesta Blogger (cahandong, dkk) itu dispesifikasi lagi menjadi keberagaman komunitas. Idenya bagus juga, berhubung di Jogja itu banyak mahasiswa dan juga banyak yang membentuk komunitas, baik melalui dunia maya maupun dunia real.
Jadi, pesta bukan maksudnya berfoya-foya, tapi lebih mengenal sesama dan dikumpulkan di suatu wadah. Para komunitas online mengunjungi komunitas offline, dan mengunjungi tempat-tempat yang Jogja banget. Tidak rugi ikut walaupun cuma bisa ikut rallynya saja. Banyak hal yang membuat kita menjadi banyak tahu dan menjadi banyak teman. Setelah acara tersebut kemudian berlanjut dengan saling mem-follow di twitter (walaupun ada juga yang tidak follbeck, haha..)
Semoga di tahun 2011 ada acara seperti itu lagi dan ikut rangkaian acaranya ful, jadi bisa lebih mengenal banyak teman. Semakin banyak teman, semakin banyak rezeki katanya… *Mungkin maksudnya semakin banyak yang mentraktir, hahaha (ngarep)* Tapi yang jelas semakin banyak teman, semakin banyak yang bisa ketahui dan belajar dari teman tersebut.
Life is learning..