Ngeblog Lewat HP

Isi tulisan ini sebetulnya sudah pernah saya tulis, tapi karena dari HP dan wordpress for symbian model HP E36 saya tidak ada, ya terpaksa menggunakan opera mini. Menulis lewat opera mini bikin capek dan kadang kesal sendiri, karena begitu tulisannya sudah banyak, HPnya lambat merespon sehingga terkadang beberapa huruf atau kata bahkan kalimat tertinggal. Kemudian mencoba menggunakan wordmobi yang menurut beberapa sumber di internet berhasil di HP saya ini. Ya awalnya sih lancar-lancar saja, tapi kemudian ketika tulisannya lagi-lagi panjang, wordmobinya error, atau mungkin phytonnya saya juga kurang paham. Kelemahan lainnya, tidak bisa save draft jadi kalo udah error ya wassalam… Cuma enaknya menggunakan wordmobi bisa insert image langsung dari HP dan tidak perlu menghafal kode html untuk menulis seperti bold, italic, dan sebagainya. Terakhir mencoba dengan UCbrowser, ya ga beda lah sama operamini jadi sudah nulis panjang-panjang malah kadang tidak sengaja kehapus semua..aarrgghh… Sungguh menyebalkan sekali ya.

Jadi, rada males akhirnya kalau mau nulis alasan

tongue

USSDEK

Ini terinspirasi dari status facebook “Yogyakarta” yang membahas tentang urutan keluarnya hidangan dalam pesta pernikahan. Pada awalnya saya juga penasaran, kenapa dinamakan USSDEK dan apakah itu? Saya sendiri menyebut model kawinan ini dengan istilah “piring terbang” karena semua tamu yang hadir dibagikan piring alias “diladeni”. Berbeda dengan model pesta kawinan yang makanannya sudah tersedia dan para tamu tinggal memilih mau yang mana dan mengambilnya sendiri, atau “prasmanan”.

Nah USSDEK adalah singkatan dari Continue reading USSDEK

It’s a Wrap Beibeh…

Beberapa hari belakangan ‘teracuni’ bujukan seorang teman yang menganjurkan untuk membeli sebuah model gendongan yang free-hand. ‘Racun’ itu muncul pertama kali ketika memposting gambar saya sedang menggendong baby Dipta dengan model gendongan kangguru tetapi masih menyangga kepala baby Dipta. Baby Dipta masih berusia sekitar 4 bulan dan belum bisa menahan kepalanya secara stabil dan konstan, jadi harus dipegangin. Bayangkan saja tiap hari semenjak baby Dipta lahir, saya menggendongnya dengan gendongan model jarik/kain. Tangan kiri harus selalu menahan kepalanya sehingga terkadang pegal dan hanya bisa beraktifitas dengan tangan kanan. Sungguh tidak praktis. Masalah lainnya adalah kalau kainnya tidak kenceng malah suka melorot. Continue reading It’s a Wrap Beibeh…

Senyummu Menghapus Kegalauanku

Ini postingan dikala galau. Ditinggal ayahnya baby Dipta dinas ke Semarang cuma 3 hari 2 malam tapi rasanya sepi… Padahal di rumah ada adik dan baby Dipta, cuma terasa lebih sepi kalau penghuninya berkurang :( Lebay banget deh. Sewaktu baby Dipta usia kurang lebih 1 bulan padahal pernah ditinggal ayahnya baby Dipta pulang ke Sukoharjo 1 hari 1 malam saja. Bedanya sewaktu itu ada eyang dan akungnya baby Dipta jadi di rumah tidak terlalu sepi karena masih banyak temennya. Nah sekarang…eyang dan akungnya baby Dipta lagi balik ke Jakarta jadinya rumah gede gini yang dikelilingi pohon salak tambah sepi, khawatir kalau ditinggal sendiri terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan tidak ada orang yang bisa dimintai tolong. Continue reading Senyummu Menghapus Kegalauanku

Kursi Getar Lady Jyojo

Enaknya punya kakak yang sudah punya anak adalah mendapatkan lungsuran barang-barang keperluan bayi. Sejak masih hamilnya Baby Dipta, kakak sudah mulai ‘melungsurkan’ baju-baju, tas bayi, sampai kursi untuk bayi. Sebetulnya kursi ini dibeli untuk anak ke 2 kakak saya, Jyoti -kami memanggilnya Lady Jyojo-.

Kursi ini bisa bergetar ringan, yang katanya bisa membuat bayi tidur pulas. Lady Jyojo suka sekali jika duduk di situ, Continue reading Kursi Getar Lady Jyojo

Can’t Stop

Semenjak hamil hingga melahirkan dan mengasuh my lil boy, banyak hal yang dikhawatirkan. Ketika hamil, khawatir kejadian kehamilan terdahulu terulang kembali. Khawatir tidak dapat mempertahankannya hingga lahir ke dunia. Khawatir jika si janin tidak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan. Khawatir ketika saat-saat terakhir malah gagal melahirkan. Bahkan khawatir ketika proses melahirkan saya tidak kuat sehingga tidak dapat melihat my baby lahir ke dunia.

Ketika sudah lahir dan mulai mengasuh my lil boy, khawatir bahwa dia tidak mendapat makanan yang layak karena pada awal kelahirannya ASI saya tidak keluar. Khawatir dirinya sakit, walaupun pada kenyataannya sempat demam dan kuning di hari ke 2 kelahirannya. Khawatir tidak dapat melihatnya tumbuh dewasa. Bahkan sekarang ketika dirinya sudah mulai memperhatikan lingkungan sekitar, khawatir pertumbuhannya akan dipengaruhi pengaruh buruk.

Menjadi orangtua penuh kekhawatiran bahkan mungkin ketika anak sudah mulai mandiri. Dan itu baru saya rasakan, rasa khawatir yang sangat sangat apalagi jika anak sakit. Ikut pusing, bingung, cemas. Tapi lega rasanya ketika melihat dirinya tersenyum, terkekeh-kekeh, atau ikut merespon apa yang diomongkan walaupun saat ini belum mengerti apa yang dibicarakan.

Selamat ulang bulan ke 4 my lil boy, wish you always be health and full of joy. We always love you more and more…

09012012(004).jpg
posisi kesukaan ketika digendong

Posted by Wordmobi

Belajar dari Si Kecil

Semenjak Baby Dipta lahir, banyak hal yang menjadi tahu bahkan ingin mencari tahu. Awal kelahirannya, karena saking capeknya, saya masih males-malesan untuk memompa ASI, kemudian berpikir ‘ah ga pa-pa, kata dokter nanti 3 hari paling sudah keluar dan lancar, baby bisa bertahan 3 hari koq’ tapi kemudian pada hari ke dua ketika Baby Dipta dicek dokter, koq wajahnya menguning. Terlihat pada bola matanya yang menguning. Mudah-mudahan hanya kurang minum dan dijemur saja. Pasalnya hari itu lebih banyak mendung di pagi hari sebelum jam 9. Idealnya baby dijemur dari jam 7-7.30, kata perawat RS. Matahari yang paling baik adalah dari jam 7-9, sedangkan belakangan hari itu selalu mendung dan matahari baru benar-benar bersinar di atas jam 9. Jadi Baby Dipta tidak bisa dijemur.

Pemeriksaan hari ke dua kelahirannya yang kebetulan saat itu hari minggu, sehingga hanya diperiksa dokter jaga. Saya yang sudah 3 hari di RS ingin cepat-cepat pulang saja, karena semakin lama di RS akan semakin mahal bukan? Segera tanya dokter untuk ijin pulang, tapi dokter perlu konsultasi dokter anak terlebih dahulu. Setelah menunggu, akhirnya dokter mengijinkan pulang dengan syarat sering dijemur dan jika panasnya naik, bedongnya dilepas dan coba diukur lagi, kalau melebihi 37,5 segera ke dokter lagi. Dalam hati ‘baiklah, nanti di rumah ada yang bantuin menjemur’. Sudah mau siap-siap eh pemilik RS datang, yang sekaligus bidan yang menolong persalinan, badan Baby Dipta diperiksa keseliruhan dengan dipencet-pencet kulitnya. Begitu sampai kaki dia bilang ini ga boleh pulang, kuningnya sudah sampai kaki begini, segera diambil darahnya coba dicek. Saya pun bingung ada apa nih? Continue reading Belajar dari Si Kecil

Dari “Iqro’ Bacalah!” ke “Googlinglah!”

Hebatnya era telekomunikasi, dulu informasi diperoleh dari buku sekarang tinggal googling dan…wala…muncul berbagai macam informasi yang dibutUhkan. Mungkin anak-anak sekolah sekarang bisa lebih pintar dari gurunya sendiri karena keingintahuan yang kuat atas berbagai hal.

Berbeda halnya dengan orang yang hanya bisa ngedumel menyalahkan orang lain atas kurangnya informasi atau bahkan informasi yang diterimanya cuma setengah-setengah. Heran koq bisanya dia menyalahkan dokter hanya karena babynya dikasih saran/masukan ini itu. Bukannya mencari tau dulu saran dokter benar/salah, main nge-judge si dokter menggunakan babynya untuk bahan percobaan. Duh si mas itu memang males cari tau atau gampang menyalahkan orang lain ya, whatever lah… Tapi yang bikin saya ‘gatel’ untuk mengomentari karena si mas itu membandingkan dengan kebiasaan orantua jaman dulu. Continue reading Dari “Iqro’ Bacalah!” ke “Googlinglah!”

1 Year Ago, and Now…

Setelah setahun berlalu, koq ya baru mau nulis blog ini lagi setelah mati suri begini… Padahal banyak sekali kejadian yang terlewati untuk bisa berbagi di blog ini, sekarang…setelah setahun berlalu? Direkap aja deh (males dan sudah banyaj yang lupa)

Setahun yang lalu, posting terakhir mengenai acara makan-makan menyambut tahun baru. Waktu itu masing-masing dari kita masih bisa ketemu dan berhaha-hihi dengan kehidupan yang ada, sekarang..wah sulit sekali bahkan kita berempat semenjak hari itu udah jadi bertanya-tanya kapan ya bisa kumpul lagi. Pasalnya…’life’ benar-benar ‘go on’ tanpa kita menyadarinya.
Fatma yang kemudian menjadi dosen di sekolah vokasi D3 UGM sekaligus sebagai interpreter JICA yang juga sebagai penerjemah novel dan juuuugaaa sibuk menyelesaikan kuliah S2nya. Super sekali memang teman yang satu ini. Sebagai interpreter membuat dirinya sering keluar Jogja/bahkan Pulau Jawa. Sibuk bimbingan dan mengolah data demi lulus tahun itu juga. Sibuk membuat persiapan mengajar. Tapi satu yang tidak pernah saya ketahui, kapan kah dia sibuk mencari pasangan hidup? Hahaha entahlah biar itu jadi rahasianya sendiri.
Mela yang tahun lalu masih mengajar di Lampung, jadi setelah hari itu dia tidak lama kembali menjadi guru di luar Pulau Jawa itu.
Een yang sibuk menulis buku tentang Bahasa Jepang, dan ternyata dia baru menyadari pada saat kita makan-makan itu lagi mengandung. Sama dengan saya, hahaha…. Benar-benar di luar dugaan semua. Alhamdulillah melihat diri kita masing-masing mengalami hal yang baik pada tahun 2011 kemarin.

Sekarang….acara perayaan tahun baru kita tidak lagi bisa bersama-sama. Banyak hal yang kemudian berubah tidak seperti keadaan tahun lalu. Saya sendiri sudah susah meninggalkan baby Dipta dikarenakan memang tidak ada yang mengasuh selain sang ibu kan.
Mudah-mudahan tahun depan kami dapat berkumpul lagi dengan bertambahnya anggota yang diajak tentunya…semoga…

Happy new year 2012 my friends..wish this year will be a good year too for all of you

Siapakah Temanmu?

Sebetulnya bingung juga ketika tanya diri sendiri, sebetulnya siapa teman dekatku? teman banyak, tapi dekat bisa juga disebut sahabat? jadi siapa sahabatmu? Kalau dipikir-pikir untuk kategori teman, ada banyak, kategori teman deket.. ya ada lah beberapa, kategori sahabat? hm… bingung juga. Karena di antara semua yang saya kenal, ada kala dimana saya tidak bisa bercerita pada teman dan terkadag terasa terkhianati jadi mengambil langkah pencegahan untuk tidak terlalu deket dengan orang lain. Jadi siapa yang mengenal baik diri saya? bahkan saya sendiri pun tidak bisa menjelaskan… Continue reading Siapakah Temanmu?